PT Dua Sekawan Kerja Proyek APBN Kementrian PUPR – Dirjend Cipta Karya  Rp. 38,1 M. Di KAB. ROTE NDAO Tidak Sesuai Spesifikasi 

  • Whatsapp

PENA-EMAS.COM. Pelaksanaan proyek APBN yang bersumber dari Anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Direktorat Jenderal Cipta Karya melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah NTT,  Satker Pelaksanaan Prasarana Permukiman Wilayah I NTT. Paket Pekerjaan Rehabilitasi dan Renovasi Sarana Prasarana Sekolah di Kabupaten Rote Ndao  oleh PT Dua Sekawan menggunakan bahan material yang tidak sesuai spesifikasi RAB.

Paket Pekerjaan Rehabilitasi dan Renovasi Sarana Prasarana Sekolah di Kabupaten Rote Ndao Tahun 2021 ini oleh PT Dua Sekawan melalui Pelaksana  Proyek Simson Polin mengerjakan pekerjaan yang dibiayai APBN 2021 tidak sesuai Spesifikasi RAB karena menggunakan material lokal.

Bacaan Lainnya
Foto: Material lokal (pasir Kola). Ftdok.rian

PT Dua Sekawan  sebagai pemilik Proyek dan Simson Polin adalah pelaksana pekerjaan pada enam (6) dari 18 Sekolah Dasar di Kecamatan Rote Timur dan Landu Leko, masing masing SD Daiama, Pepela, Eahum, Lelilo, Folaoen dan Nitanalain.

Dalam pelaksanaannya  Simson Polin sebagai Pelaksana tidak mengikuti mekanisme yang ditetapkan sesuai kontrak Proyek dengan Nomor Kontrak HK.02.03/SPK/PPK.PS/495 total dana untuk 18 Sekolah Dasar sebesar Rp.38.159.138.000,- Demikian Hal ini diakui pelaksana lapangan dan para pekerja yang ditemui Crew Media ini di lokasi proyek Jumat (16/7/2021) sekitar pukul  17:55 Wita.

Foto: Batu yang digunakan untuk pekerjasn fondasi dan urugan menggunakan material bekas dari bangunan lama.(ftdok.memo)

 

Kepada PENA-EMAS.COM. Pelaksana  lapangan SD Negeri Eahun Kecamatan Rote Timur. Deni Monas menjelaskan, pekerjaan  sudah pada tahapan pengecoran kolom dan akan dilanjutkan cor lantai,  tiang  dan disusul pemasangan dinding.

Kata Deni Monas. Khusus spesifikasi material pasir ada dua jenis pasir yakni pasir Takari yang dibeli dari toko  UD Tujuh Jaya dan jenis yang lain, pasir lokal yang didatangkan dari lokasi pasir Kola di Kecamatan Rote Tengah.

Material pasir dan batu yang di gunakan di SD Pepela (ftdok memo)

” Iya satu jenisnya dari Takari didatangkan oleh toko TJ namun jenis yang satu pasir lokal dari Kola Rote Tengah “. Ujar Deni Monas  saat di sorot pertanyaan seputar perbedaan material jenis pasir yang ada dilokasi proyek.

Kemudian untuk SD Negeri Eahun  pekerjaan rehab 2 ruang kelas belajar, Bangun baru 3 RKB dan 1 Ruang Perpustakaan. Tambahnya.

Selanjutnya di SD Inpers Pepela. Tahar seorang Tukang alias pekerja asal Sulawesi  dilokasi pembangunan; Soal terdapat dua jenis material pasir, Ia mengatakan ada pasir asal Takari dan satunya dari luar Takari. Kedua bahan material tersebut digunakan untuk pekerjaan fondasi.

Dia jelaskan pula, Untuk tahapan pekerjaan pondasi kedua jenis pasir dicampur.  baik dari Takari dan yang diluar pasir Takari atau pasir lokal.  “ Kalau pasang pondasi dua jenis pasir dicampur terlebih dahulu pak, tapi untuk cor pakai jenis pasir Takari saja”. Ungkap Tahar.

Material batu yang digunakan di SD Neg Eahun

Menurut, Tahar. Dirinya merasa bingung dengan pembangunan Rehabilitasi dan Renovasi Sarana Prasarana Sekolah di SD Inpers Pepela karena bahan material yang di siapkan Kontraktor Pelaksana, jika dilihat dari warna saja sudah bedah apalagi kualitasnya. “ Kita lihat dari warnanya saja sudah bedah”. Katanya bernada heran.

Selanjutnya. Untuk material batu jenisnya batu kali namun bedah juga ada yang berwarna abu-abu, ada yang berwarna  hitam dan merah tapi itu yang disiapkan kontraktor pelaksana maka itu yang kami pakai untuk pembangunan pondasi. Ungkapnya.

Untuk Iteam pekerjaan antara lain 2 Ruang kelas belajar, MCK, Bak Penampung air,  rehabilitasi plafon 3 ruang kelas belajar, pemasangan keramik papan nama sekolah dari campuran beton dan  rabat beton areal lapangan Sekolah. jelasnya.

Informasi yang berhasil dihimpun Crew Media ini bahwa, Konsultan  PT Reka Cipta Bina Semesta  JO CV Genesha Teknika  sudah intruksikan kepada pihak pelaksana atau rekanan agar menggunakan material sesuai spesfikasi. Baik SD Daiama dan Pepela yang menggunakan material batu dalam pekerjaan fondasi tidak sesuai spesifikasi batu kali pada umumnya yang disetujui oleh konsultan dan Direksi.

Jika instruksi tersebut tidak di lakukan oleh rekanan pelaksana Simson Polin maka segala konsekuensi menjadi tanggung jawab PT Dua Sekawan dan Risal sebagai coordinator / pelaksana lapangan.

Material pasir Takari

Sedangkan. Pantauan Media ini dilokasi proyek, untuk material batu kali terlihat ada perbedaan warna pada batu kali ada yang jenis warna merah, hitam dan bercampur abu-abu sementara sesuai spesifikasi batu kali yang dimaksud sesuai RAB adalah batu yang berwarna Abu, tidak berpori, keras dan permukaan licin.

Untuk pekerjaan urugan menggunakan material bekas dari pembongkaran gedung lama, pelaksanaan pembangunan menggunakan pasir local dan untuk pembangunan Gedung yang sesuai dengan paket kegiatan adalah Rehabilitasi dan renovasi sedang yang dikerjakan adalah bangun gedung baru sehingga ada tanda Tanya besar adalah terkait soal nominal anggaran dan terjadinya perubahan sepihak oleh pelaksana proyek.

Selanjutnya untuk keseluruhan 18 pembangunan Sekolah Dasar, sebanyak 12 titik telah dipantau, sementara 6 lainnya masih dalam upaya pantaun, untuk itu informasi pemberitaan lengkapnya akan menyusul di media ini pada edisi berikutmya.

Simson Polin. Pelaksana proyek yang dikonfirmasi melalui sambungan selulernya di Nomor ponsel 081236102xxx Sabtu (17/7/2021) sekitar pukul 19:29 Wita, terdengar nada tersambung namun tidak diterimanya.

Direktur PT Dua Sekawan Haji Muhamad Darwis saat dihubungi melalui ponselnya 081333727xxx Minggu (18/7/2021) Sekitar pukul 11:04 wita namun tidak berhasil di konfirmasi.
”  Nomor yang anda tuju sedang tidak dapat menerima panggilan. untuk meninggalkan pesan suara, tekan 1,3 atau 5 biaya 460 rupiah permenit ” demikian suara yang terdengar dari balik ponsel Haji Darwis.

Hingga berita ini di beritakan Dirjend Cipta Karya,  Kepala Satker Pelaksanaan Prasarana Permukiman Wilayah I Propinsi NTT, PPK Prasarana Strategis Satker Wilayah I, belum berhasil di konfirmasi.(PE.017/02)

 

 

 

Pos terkait