Dari Australia, 6 Warga Pepela dan Sulawesi Tenggelam di perairan Pulau Ndao

  • Whatsapp

PENA-EMAS.COM – Sebanyak 5 orang warga nelayan asal Sulawesi Tenggara dan 1 orang asal Desa Pepela Kec. Rote Timur Kab. Rote Ndao tenggelam di sekitar perairan pulau Ndao

Pristiwa naas tersebut menimpah ke – 6 orang nelayan  saat sedang melakukan pelayaran dari Australia menuju Pepela, Rote Ndao. Sabtu dini hari (11/9/2021) sekitar pukul 02:00 wita.

Bacaan Lainnya
Foto. 6 orang korban musibah kapal tenggelam di perairan laut Pulau Ndao saat pulang dari Australia.

Ke- 6 orang korban antara lain  Juragan Cio Tori, Didik Nahaba, Ivan Rabana, Sadini Jawalia, Mardan Liri. Warga asal Sulawesi Tenggara sedangkan  Judi Umar adalah Warga Desa Pepela Rote Ndao.

Salah satu ABK. Didik Nahaba yang di hubungi via telpon milik Warga Pulau Ndao Yan Fiah, (11/9) sekitar pukul 15:10 wita, Didik Nahaba menjelaskan, mereka bertolak dari perbatasan Australia – Indonesia Selasa (7/9/2021) dan setiba di perairan laut Pulau Ndao kapal yang di tumpangi tenggelam.

Menurut Didik Nahaba, tujuan mereka ke Australia untuk mencari hasil namun saat tiba di Austrasi mereka tertangkap dan dihalau kembali sementara cuaca buruk dan gelombang sangat tinggi.

Sesampai di sekitar perairan pulau Ndao akibat gelombang besar dan tidak mampu lagi mengendalikan perahu yang telah penuh dengan air hingga menabrak karang dan hancur. Setelah kapal hancur mereka berusaha berenang menuju daratan sekitar 400 meter lebih.

“Kita tidak mampu lagi timbah air yang masuk dalam perahu dan perahu bawah lari kita sampai tabrak karang dan picah lalu hancur” ujar Didik.

Musibah tersebut tidak menelan korban jiwa dan sementara ke – 6 korban sedang berlindung di rumah Yan Fiah  warga desa Anarae, Kec. Ndso Nuse, Kab. Rote Ndao – NTT.

Yan Fiah saat di hubungi pertelpon. Ia menjelaskan, Ke- 6 korban tersebut  saat tiba di daratan ditolong oleh salah seorang petugas PLN. Kemudian Kepala Desa Mbaki Lendeiki menjemput korban untuk diamankan menunggu kabar dari keluarga korban di Rote Timur.

Pagi hari itu juga dirinya mendapat telpon dari saudaranya yang tinggal di Rote Timur
kemudian ia menjemput para korban untuk di bawah lagi ke rumahnya di desa Anarae menunggu jemputan dari keluarga. Jelasnya

Terkait musibah ini dirinya sudah laporkan kepala Camat dan pihak pospol setempat untuk mendapat pertolongan karena dalam musibah tersebut  korban dalam kondisi sehat tetapi semua barangnya hilang terbawah gelombang kecuali pakaian di badan.

Infornasi yang berhasil dirampung media ini, pemilik perahu Paman To, sedang berada dalam perjalanan menuju pulau Ndao sekitar  pukul 14:25 wita untuk menjemput korban.

Hingga berita ini publish, Kapospol dan Camat Ndao Nuse bekum berhasil dikonfirmasi. (PE.017)

Pos terkait