Enam  Orang warga Pepela Tenggelam setelah di halau keluar dari Wilayah Laut Australia

  • Whatsapp

PENA-EMAS.COM – Enam  orang Warga Dusun Tanjung Desa Pepela Kecamatan Rote Timur, Kab. Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT) meraih nasib naas dalam perjalanan pulang tujuan Pepela dari Negeri Kanguru Australia.

Ke- 6 orang nelayan tersebut  berlayar dari Australia  dan  sampai di perairan Laut Pulau Ndao di Kecamatan Ndao Nuse  Kapal yang ditumpangi  tenggelam akibat gelombang besar dan kapal yang dikendalikan oleh juragan Cio Tori dipukul gelombang hingga kandas dan hancur di atas karang.

Bacaan Lainnya

Sebelum kapal naas yang dipukul hancur oleh gelombang, pecahan ombak membuat kapal kemasukan air laut dan keenam ABK sudah tidak mampu mengeluarkan air dari dalam bodi kapal.

Demikian ungkap pemilik Kapal Suparto Laduma Warga Dusun 03 Desa Pepela Kecamatan Rote Timur yang dikonfirmasi via telpon Seluler dari Pulau Ndao di Desa Anarae Kecamatan Ndao Nuse (11/9) malam tadi sekitar pukul 21:41 wita.

Kepada PENA-EMAS.COM, Suparto Laduma yang saat ini berada di pulau Ndao sedang menjemput para korban. Ia menjelaskan, ke-6 orang korban berangkat dari Pepela – Rote Timur sejak dua minggu yang lalu dengan tujuan mencari hasil laut jenis taripang di Australia. Namun setiba di tempat tujuan para korban tidak berhasil melaut akibat dihalau pulang oleh pihak Australia.

Selanjutnya. Dalam perjalanan pulang setiba di perairan Pulau Ndao, para korban di pukul gelombang besar kemudian tenggelam namun dalam kejadian tersebut tidak memakan korban jiwa karena  Juragan dan ke-5 ABKnya selamat.

Menurut Suparto Laduma. Pristiwa tenggelamnya kapal tersebut tidak terjadi korban jiwa hanya kapal hancur dan material kapal terbawah arus kecuali kedua mesin kapal berhasil diangkat dari TKP.

“ Kapal hancur, kita dapat kembali hanya kedua buah mesin. Ini atas bantuan warga disini ( Warga Ndao Nuse). Yang paling penting adalah saya bersyukur karena ke-6 orang ini selamat. Soal kapal yang hancur tidak masalah” Ujar Laduma.

Selain itu dikatakan pula, saat ini Ia berada di Ndao Nuse untuk menjemput korban sedangkan ke-2 mesin kapal dalam pengaman pihak Pospol setempat dan untuk urusan selanjutnya akan diurus kemudian yang penting korban harus dibawah kembali dulu ke Pepela. Tandasnya.

Foto. 6 orang korban yang tenggelam

Ke-6 Orang warga yang disebutkan dalam pristiwa tenggelamnya kapal tersebut adalah Warga Dusun Tanjung Desa Pepela bukan Warga Sulawesi Tenggara. Memang 5 orang diantaranya adalah berasal dari Sulawesi Tenggara tetapi sudah menjadi Warga Pepela sejak berpuluh tahun silam. Jelas Laduma membenarkan kembali informasi pemberitaan sebelumnya soal 5 korban di sebut Warga berasal dari Sulawesi Tenggara.

Saat ini pemilik Kapal Suparto Laduma dan sejumlah keluarga korban bersama ke-6 orang korban masih berada di Ndao Nuse di Rumah  Yan Fiah seorang warga Desa Anarae – Ndao Nuse dan rencananya akan pulang ke Pepela besok Minggu (12/9/2021).

Seperti diberikan Media ini sebelumnya dalam edisi Sabtu (11/9) sore tadi,   dengan judul    “Dari Australia, 6 Warga Pepela dan Sulawesi Tenggelam di perairan Pulau Ndao”

Sebanyak 5 orang warga nelayan asal Sulawesi Tenggara dan 1 orang asal Desa Pepela Kec. Rote Timur Kab. Rote Ndao tenggelam di sekitar perairan pulau Ndao

Pristiwa naas tersebut menimpah ke – 6 orang nelayan  saat sedang melakukan pelayaran dari Australia menuju Pepela, Rote Ndao. Sabtu dini hari (11/9/2021) sekitar pukul 02:00 wita.

Ke- 6 orang korban antara lain  Juragan Cio Tori, Didik Nahaba, Ivan Rabana, Sadini Jawalia, Mardan Liri. Warga asal Sulawesi Tenggara sedangkan  Judi Umar adalah Warga Desa Pepela Rote Ndao.

Salah satu ABK. Didik Nahaba yang di hubungi via telpon milik Warga Pulau Ndao Yan Fiah, (11/9) sekitar pukul 15:10 wita, Didik Nahaba menjelaskan, mereka bertolak dari perbatasan Australia – Indonesia Selasa (7/9/2021) dan setiba di perairan laut Pulau Ndao kapal yang di tumpangi tenggelam.

Menurut Didik Nahaba, tujuan mereka ke Australia untuk mencari hasil namun saat tiba di Austrasi mereka tertangkap dan dihalau kembali sementara cuaca buruk dan gelombang sangat tinggi.

Sesampai di sekitar perairan pulau Ndao akibat gelombang besar dan tidak mampu lagi mengendalikan perahu yang telah penuh dengan air hingga menabrak karang dan hancur. Setelah kapal hancur mereka berusaha berenang menuju daratan sekitar 400 meter lebih.

“Kita tidak mampu lagi timbah air yang masuk dalam perahu dan perahu bawah lari kita sampai tabrak karang dan picah lalu hancur” ujar Didik.

Musibah tersebut tidak menelan korban jiwa dan sementara ke – 6 korban sedang berlindung di rumah Yan Fiah  warga desa Anarae, Kec. Ndso Nuse, Kab. Rote Ndao – NTT.

Yan Fiah saat di hubungi pertelpon. Ia menjelaskan, Ke- 6 korban tersebut  saat tiba di daratan ditolong oleh salah seorang petugas PLN. Kemudian Kepala Desa Mbaki Lendeiki menjemput korban untuk diamankan menunggu kabar dari keluarga korban di Rote Timur.

Pagi hari itu juga dirinya mendapat telpon dari saudaranya yang tinggal di Rote Timur
kemudian ia menjemput para korban untuk di bawah lagi ke rumahnya di desa Anarae menunggu jemputan dari keluarga. Jelasnya

Terkait musibah ini dirinya sudah laporkan kepala Camat dan pihak pospol setempat untuk mendapat pertolongan karena dalam musibah tersebut  korban dalam kondisi sehat tetapi semua barangnya hilang terbawah gelombang kecuali pakaian di badan.

Infornasi yang berhasil dirampung media ini, pemilik perahu Paman To, sedang berada dalam perjalanan menuju pulau Ndao sekitar  pukul 14:25 wita untuk menjemput korban. (PE.017)

Pos terkait