Ini Profil 5 Kabupaten di NTT  Miliki  tingkat kemiskinan Ekstrem Tahun 2021.

  • Whatsapp

PENA-EMAS.COM – Lima  kabupaten di propinsi NTT yang wilayahnya menjadi prioritas pengurangan kemiskinan ekstrem  menjadi prioritas pengurangan kemiskinan ekstrem.

Wilayah tersebut adalah Kabupaten Sumba Timur, Timor Tengah Selatan, Rote Ndao, Sumba Tengah dan Kabupaten Manggarai Timur.

Bacaan Lainnya

Kelima bupati  pada wilayah tingkat kemiskinan Ekstrem Tahun 2021
di NTT  ini menghadiri Rakor Penanggulang Kemiskinan Ekstrem Tahun 2021 di Provinsi NTT.

Rakor yang dipimpin langsung Wapres RI,  KH Maruf Amin didampingi Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat di rumah Jabatan Gubernur NTT, Minggu (17/10/2021).

Profil dan Indikator kesejahteraan sosial utama lima kabupaten prioritas tahun anggaran 2021 di Provinsi Nusa Tenggara Timur antara lain :

1. Timor Tengah Selatan

Kemiskinan
Tingkat kemiskinan 27,49% jumlah penduduk miskin 128.980 jiwa.
Tingkat kemiskinan ekstrem 17,30% jumlah penduduk miskin ekstrem 81.180 jiwa.
Pendidikan Kepala Rumah Tangga Miskin Ekstrem 45,00% tidak bersekolah, hanya 33,03% lulus SD, 5,44% lulus SMP, 14,37% lulus SMA, dan 2,16% lulus PT.
Lapangan Pekerjaan
49,15% anggota rumah tangga miskin ekstrem merupakan kelompok usia produktif, bekerja di sektor pertanian.
Infrastruktur Dasar
Rumah tangga miskin ekstrem semua memiliki rumah sendiri, 51,69% tidak memiliki listrik, 10,14% tidak memiliki toilet, 60,67% tidak memiliki akses air minum layak.
Akses Keuangan dan Sumber Pembiayaan 12,09% penduduk miskin ekstrem memiliki akses(*) terhadap kredit/pembiayaan, hanya 13,75% penduduk miskin ekstrem memiliki rekening tabungan.
Realisasi penyaluran KUR (per Mei 2021) di Nusa Tenggara Timur 1,21%.

2. Manggarai Timur

Kemiskinan
Tingkat kemiskinan 26,52% jumlah penduduk miskin 76.690 jiwa.
Tingkat kemiskinan ekstrem 15,43% jumlah penduduk miskin ekstrem 44.630 jiwa.
Pendidikan Kepala Rumah Tangga Miskin Ekstrem
11,71% tidak bersekolah, 73,29% lulus SD, hanya 2,45% lulus SMP, 12,55% lulus SMA, dan tidak ada yang lulus PT.
Lapangan Pekerjaan
49,70% anggota rumah tangga miskin ekstrem merupakan kelompok usia produktif, bekerja di sektor pertanian.
Infrastruktur Dasar
Rumah tangga miskin ekstrem semua memiliki rumah sendiri, 43,12% tidak memiliki listrik, 12,95% tidak memiliki toilet, 63,05% tidak memiliki akses air minum layak.
Akses Keuangan dan Sumber Pembiayaan
32,42% penduduk miskin ekstrem memiliki akses(*) terhadap kredit/pembiayaan, hanya 18,25% penduduk miskin ekstrem memiliki rekening tabungan.
Realisasi penyaluran KUR (per Mei 2021) di Nusa Tenggara Timur 1,21%.

Sumber pembiayaan dapat berasal dari KUR, bank umum, BPR, koperasi, perorangan, pegadaian, leasing, KUBE/KUB, BUMDES, lainnya

3. Sumba Timur

Kemiskinan
Tingkat kemiskinan 29,65% jumlah penduduk miskin 77.300 jiwa.

Tingkat kemiskinan ekstrem 17,47% jumlah penduduk miskin ekstrem 45.550 jiwa. Pendidikan Kepala Rumah Tangga Miskin Ekstrem 57,79%,  tidak bersekolah, hanya 26,04%,  lulus SD, 2,55% lulus SMP, 12,14% lulus SMA, dan 1,48% lulus PT.

Lapangan Pekerjaan 55,82% anggota rumah tangga miskin ekstrem merupakan kelompok usia produktif, bekerja di sektor pertanian.
Infrastruktur Dasar. Rumah tangga miskin ekstrem 3,09% tidak memiliki rumah sendiri, 6,94% tidak memiliki listrik, 46,06% tidak memiliki toilet, 40,42% tidak memiliki akses air minum layak.

Akses Keuangan dan Sumber Pembiayaan 30,37% penduduk miskin ekstrem memiliki akses(*) terhadap kredit/pembiayaan, hanya 20,86% penduduk miskin ekstrem memiliki rekening tabungan.
Realisasi penyaluran KUR (per Mei 2021) di Nusa Tenggara Timur 1,21%.

4. Rote Ndao

Kemiskinan
Tingkat kemiskinan 27,54% jumlah penduduk miskin 48.770 jiwa.
Tingkat kemiskinan ekstrem 16,21% jumlah penduduk miskin ekstrem 28.720 jiwa.
Pendidikan Kepala Rumah Tangga Miskin Ekstrem
28,21% tidak bersekolah, hanya 38,33% lulus SD, 5,80% lulus SMP, 27,16% lulus SMA, dan tidak ada yang lulus PT.

Lapangan Pekerjaan 52,08% anggota rumah tangga miskin ekstrem merupakan kelompok usia produktif,
bekerja di sektor pertanian.
Infrastruktur Dasar
Rumah tangga miskin ekstrem 1,94% tidak memiliki rumah sendiri, 25,90% tidak memiliki listrik, 32,11% tidak memiliki toilet, 37,43% tidak memiliki akses air minum layak.

Akses Keuangan dan Sumber Pembiayaan 31,71% penduduk miskin ekstrem memiliki akses(*) terhadap kredit/pembiayaan, hanya 25,46% penduduk miskin ekstrem memiliki rekening tabungan.
Realisasi penyaluran KUR (per Mei 2021) di Nusa Tenggara Timur 1,21%.

5. Sumba Tengah

Kemiskinan
Tingkat kemiskinan 34,49% jumlah penduduk miskin 25.370 jiwa.
Tingkat kemiskinan ekstrem 21,51% jumlah penduduk miskin ekstrem 15.820 jiwa.
Pendidikan Kepala Rumah Tangga Miskin Ekstrem
40,71% tidak bersekolah, hanya 34,88% lulus SD, 9,68% lulus SMP, 12,49% lulus SMA, dan 2,25% lulus PT.
Lapangan Pekerjaan
50,36% anggota rumah tangga miskin ekstrem merupakan kelompok usia produktif, bekerja di sektor pertanian.
Infrastruktur Dasar
Rumah tangga miskin ekstrem semua memiliki rumah sendiri, 25,71% tidak memiliki listrik, 45,40% tidak memiliki toilet, 41,54% tidak memiliki akses air minum layak.
Akses Keuangan dan Sumber Pembiayaan. Hanya 5,55% penduduk miskin ekstrem memiliki akses(*) terhadap kredit/pembiayaan, 21,13% penduduk miskin ekstrem memiliki rekening tabungan.
Realisasi penyaluran KUR (per Mei 2021) di Nusa Tenggara Timur 1,21%.

Pemilihan ke – 5 kabupaten prioritas penanggulangan kemiskinan ekstrem di Nusa Tenggara Timur pada tahun 2021 tersebut, didasarkan bukan hanya pada kriteria persentase tingkat kemiskinan ekstrem, tetapi juga dikombinasikan dengan jumlah masyarakat miskin ekstrem di wilayah tersebut.

Dalam kesempatan tersebut Wapres KH Maruf Amin meminta  Gubernur dan seluruh Bupati wilayah prioritas tahun 2021 untuk dapat bekerja keras dan memastikan seluruh rumah tangga miskin ekstrem mendapatkan seluruh program, baik program pengurangan beban pengeluaran maupun program pemberdayaan.

Selain itu, Gubernur dan para Bupati agar  memperkuat perencanaan dan penganggaran program pengurangan kemiskinan ekstrem dalam APBD masing-masing, khususnya yang sesuai dengan karakteristik miskin ekstrem di wilayah masing-masing. Tegas Wapres.

(PE.017/Siaran Pers Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT.)

Tetap Terhubung Dengan Kami:

Pos terkait