Memotivasi minat belajar anak di Desa, Kapolres Rote Ndao bantu buku bacaan

  • Whatsapp

ROTE NDAO, pena-emas.com- proses belajar dan minat membaca bagi anak anak di pedesaan dibatasi oleh kurangnya sumber dan sarana bacaan.

Untuk mengatasi masalah penanggulangan surutnya minat baca anak di desa Kuli, sebagai solusi adalah dibentuknya perpustakaan keliling oleh Babhinkamtibmas desa Kuli Kecamatan Lobalain Brigpol Sumantri.

Bacaan Lainnya

Perpustakaan keliling yang di bentuk oleh anggota Polres Rote Ndao Brigpol Sumantri sebagai Babhinkamtibmas desa Kuli di masa Covid 19, Ia berkeliling datangi rumah warga binaannya untuk mengajar anak anak membaca secara kelompok.

Untuk mengatasi kekurangan sumber bacaan perpustakaan keliling ini, Kapolres Rote Ndao AKBP Felli Hermanto,S.I.K,M.Si, menyumbang buku buku bacaan untuk anak anak di desa Kuli Kec Lobalain Kab. Rote Ndao.

Bantuan tersebut berupa 3 pcs buku berjudul Polisi Sahabat dan Pelindung Kita dan 2 pcs buku berjudul Mengenal Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Penyerahan bantuan Kapolres diserahkan melalui Kasat Binmas Polres Rote Ndao IPTU Bambang Hartoyo kepada Bhabinkamtibmas Desa Kuli Brigpol Sumantri.

Penyerahan bantuan Kapolres Felli Hermanto di lakukan di Mapolres Rote Ndao Kamis (03/12/2020) pukul 09.05 wita

Kepada pena-emas.com. Brigpol Sumantri. Menjelaskan, Bantuan buku dari Kapolres melalui Perpustakaan keliling yang dirintisnya akan diteruskan kepada anak anak di desa.

Menurut Sumantri Tujuannya adalah untuk memberikan buku bacaan bagi anak-anak di pelosok desa supaya mempunyai kesempatan membaca lebih banyak dan menjadi generasi yang mau belajar, apa lagi saat ini masih berada di tengah pandemi covid 19 sehingga membuat anak-anak harus belajar secara mandiri di rumah. Jelasnya.

Buku buku bacaan yang bertema dan berisikan Kepolisian tersebut diharapkan agar bukan saja melengkapi sumber ilmu tetapi dapat berpengaruh pada psikologi anak atas pengenalannya terhadap polisi sebagai sahabat.

” Biar anak anak di desa tidak takut dengan polisi seperti selama ini sering terjadi di desa, anak anak lari dan takut saat bertemu polisi” ujar Sumantri.(memo)

Pos terkait