Isu Perombakan  tubuh DPD PKS Rote Ndao, Seluruh Kader Ancam Mundur Diri

  • Whatsapp

ROTE NDAO – pena-emas com. Beredarnya isu perombakan Kepengurusan DPD PKS Kabupaten Rote Ndao, Dua Kader yang menjadi Ujung tombak Partai Nomor 8 ini mulai bicara tegas dan bernada ancam mundar diri.

Kedua Kader tersebut, Humas DPD PKS Rote Ndao Salim Abdullah dan Ony Tungga Kader DPD PKS sekaligus Caleg peraih suara terbanyak ke- 2 yang menopang lahirnya 1 Kursi PKS di Legislatif.

Bacaan Lainnya

Saya akan mengundurkan diri sebagai pengurus DPD PKS yang telah membesarkan PKS sejak dari nol,  kalau benar adanya maka dampak Konflik dan Pemecatan Kader tanpa kesalahan  di dalam tubuh PKS akan membuat PKS kehilangan kekuatannya, di kabupaten Rote Ndao.

Demikian hal ini di tegaskan Humas DPD PKS Rote Ndao Salim Abdullah ketika dikonfirmasi Wartawan pada Minggu (14/2/2021)

Kepada Wartawan. Ia mengatakan, memang sudah mendengar hal itu namun hanya baru sebatas isu dan sampai saat ini belum mendapatkan pemberitahuan dari pihak DPW PKS NTT atau pun DPP PKS Pusat.

Kalau soal adanya  Ancaman  pengunduran diri seluruh pengurus dan kader PKS Kab. Rote Ndao, hal ini sudah di sampaikan beberapa waktu lalu kepada kami di DPD.

Di jelaskannya, Sejak merebaknya isu pergantian pengurus DPD PKS Rote Ndao. itu, telah menyebar luas hingga kepada pengurus DPD PKS namun kami redam dengan alasan itu sekedar isu semata.

Menurutnya. pada saat  mengikuti acara Muscab pada bulan lalu, Ketua DPW telah mengatakan hal tersebut   namun SK  saja yang mengalami keterlambatan dan itu disampaikan langsung oleh Ketua DPW PKS NTT.
Ujarnya.

Sesungguhnya sikap para kader dan pengurus melakukan tindakan akan hengkang dari kepengurusan dikarenakan adanya isu pergantian Ketua DPD, Kader dan pengurus. Hal ini menjadi soal kekecewaan mereka. Jika benar maka itu  keputusan DPW PKS NTT yang tidak demokratis tanpa sepengetahuan DPP PKS Pusat. Tandasnya.

Selanjutnya. Dia menilai, Jika hal ini benar terjadi maka Penggantian kepengurusan adalah bentuk otoritarianisme DPW dan DPP PKS dengan menabrak AD/ART dan persekusi terhadap kader yang dituduh tidak loyal.

Kami menduga bahwa DPW PKS NTT antidemokrasi dan menutup pintu dialog atas perbedaan pandangan padahal seharusnya di luruskan persoalan ini sedangkan DPP PKS Pusat justru tidak mengetahui hal ini, bahkan Ketua Dewan Syuro PKS baru mengetahui hal ini dari kami pihak DPD PKS Rote Ndao. Ungkapnya.

Kami sangat sesalkan dengan rencana perombakan kepengurusan DPD oleh DPW PKS karena Tindakan seperti ini berbeda jauh dengan nilai-nilai yang menjadi identitas PKS selama ini. Dan saya akan mengundurkan diri sebagai pengurus DPD PKS yang telah membesarkan PKS sejak dari nol.

Menurut Salim Abdullah Konflik dan Pemecatan Kader tanpa kesalahan  di dalam tubuh PKS yang membuat PKS kehilangan kekuatannya, di kabupaten Rote Ndao nanti dan bukan saja di Rote Ndao namun akan berdampak luas di NTT. Ini akibat dari kelalaian ketua DPW PKS NTT. Kata Salim bernada kesal.

Kami berharap hal ini jangan sampai terjadi. Jika benar isu ini maka sudah pasti akan melebar. Kami hanya menunggu kebenaran adanya pergantian. Maka kami bersama jajaran DPD. Baik, Pengurus, Kader inti dan anggota PKS se-Rote Ndao menyatakan mundur dari jabatan struktural pengurus PKS dan meletakkan status sebagai kader dan anggota PKS. Kami tujukan kepada Ketua Dewan  Syuro (KDS) selaku pimpinan tertinggi PKS dengan tembusan kepada presiden PKS Pusat. Jelasnya.

Pos terkait